~Menghadapi Cobaan
Setiap orang tanpa kecuali pasti pernah mengalami masalah, cobaan atau hal-hal yang tidak mengenakkan dalam kehidupan dengan bentuk yang bermacam-macam. 
~
Tidak saja masalah dialami oleh orang-orang miskin tak punya uang, namun masalah juga para konglomerat yang kekayaannya berjibun. Tak hanya orang kecil di desa pelosok, namun juga pejabat tinggi di kota besar.
~
Tadi ketika khutbah Jumat, khatib menyinggung bagaimana orang-orang menyikapi ketika cobaan itu datang. (Khutbah sederhana tapi cukup menyentuh). 
~
Diantara sikap-sikap orang menghadapi cobaan antara lain.
#I1. Marah. Orang menjadi merasa bahwa Allah tidak adil, tidak penyayang dsb.
#I2. Sabar. Dengan cobaan kita dapat menerimanya.
~
#I3. Ridlo. Rela Menerima dan menganggap semuanya adalah hal yang wajar/sudah sepatutnya.
#I4. Syukur. Mensyukuri bahwa dengan semua itu menjadi tanda bahwa Allah masih mengasihi kita, meskipun dengan cara yang tidak kita sukai. Mungkin itulah cara Allah menegur atau menuntun kita.
~
Keempat-empatnya sebenarnya berujung kepada sikap kita kepada Allah. Bagaimana kita menganggap Allah. Padahal, seperti disebut dalam sebuah hadits qudsi, Allah itu seperti prasangkaan hamba-Nya (Saya baca di Kitab Hisnul Muslim):

~
#IAku sesuai dengan persangkaan hambaKu kepadaKu, Aku bersamanya (dengan ilmu dan rahmat) bila dia ingat Aku.  Jika dia mengingatKu dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diriKu. Jika dia menyebut namaKu dalam suatu perkumpulan, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih baik dari mereka. 
~
#IBila dia mendekat kepadaKu sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika dia mendekat kepadaKu sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika dia datang kepadaKu dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.
~
Maka, dengan cobaan dan segala sesuatu yang tidak mengenakkan menimpa diri dan kehidupan kita, hendaklah kita mampu menyikapinya dengan tepat; kita bersabar, ridlo dan tetap bersyukur..
October 31, 2008 
~