~JIHAD
Mencermati beberapa kejadian di beberapa tempat di dunia Islam terakhir ini sungguh membuat dada sesak. Kekerasan demi kekerasan tak kunjung berakhir. Sementara penghujatan terhadap Islam semakin merajalela saja.
~
Susah menjadi seorang muslim di kondisi sekarang ini, demikian sebuah posting yang bernada skeptis dari pak mahendra, seorang blogger Indonesia yang bekerja di Singapura. Bagi mereka yang tinggal di lingkungan mayoritas muslim mungkin tidak terlalu terasa, tapi bagi yang orang muslim yang tinggal dan berinteraksi di lingkungan yang minoritas keadaan dunia sekarang mungkin menjadikan identitas kemusliman menjadi sesuatu yang dilematis. 
~
Dulu, seperti pengalaman pak Mahendra, banyak orang asing yang begitu respek dengannya dan dengan Islam dan keseharian orang Muslim, karena komitmen beragama yang tinggi, misalnya dalam ibadah sholat, puasa, menjauhi minuman keras, dll. 
~
Tapi kondisi sekarang relatif menjadi agak bergeser. Kalau kita sempat berinteraksi di jejaring sosial global di internet, pembicaraan seputar Islam-pun tak jauh dari hal serupa. Banyak sekali komentar yang bernada nyinyir bahkan sarkastis tentang Islam, muslim dan Muhammad. 
~
Tak dapat disangkal, saat ini banyak peristiwa kekerasan yang melibatkan dan mengatasnamakan Islam sedemikian marak di berbagai belahan dunia.  Saya tentu bukan dalam kapabilitas yang punya ilmu untuk menjustifikasi bahwa kekerasan atas nama agama ini benar atau tidak, namun dari sisi kemanusiaan saya merasa sangat tidak sreg, bagaimana sebuah ajaran yang pada dasarnya penuh cinta dan kedamaian kemudian dimaknai secara rigid dan tidak membumi. 
~
Kondisi makin rumit ketika di beberapa tempat (Palestina misalnya), umat Islam terus menerus menjadi bulan-bulanan musuh-musuh Islam.
~
Namun, kondisi di sebagian wilayah Islam tidak dengan serta merta dibawa ke tempat lain dengan 
Ketika banyak peristiwa kekerasan atas nama agama diperlihatkan di hadapan kita, sebagian besar dari kita, ada yang mendukung mati-matian, ada yang mengecam dan sebagian besar cuma menjadi bingung tidak tahu mana yang benar mana yang salah. 
~
Seorang teman yang pemahaman agamanya masih awam sempat bertanya sebenarnya Islam yang benar itu bagaimana sih? Apakah kita yang secara nurani "tidak setuju" dengan pengeboman, pembunuhan dan kekerasan adalah pemahaman yang keliru? Sementara jihad perang dan pembunuhan itulah Islam yang benar?
Pertanyaan yang saya juga sulit banget menjawab.
~
Meski sebagian besar muslim lebih banyak dari kalangan moderat, tak urung segelintir orang Islam yang melakukan kekerasan ini seolah-oleh telah menjadi wajah Islam secara keseluruhan. 
~
Menurut saya, di jaman seperti ini, jihad yang lebih utama adalah jihad secara bersungguh sungguh dalam membangun dan memperbaiki masyarakat, dalam moral, ekonomi, intelektual. Bagaimana kita mampu membangun sistem yang mampu mengangkat taraf hidup, mengembangkan ilmu dan teknologi yang bermanfaat, memperbaiki kerusakan lingkungan, dan banyak hal lain yang dirasakan masyarakat kita.
~
Kita harus berjihad dengan harta dan dengan potensi diri kita secara maksimal dan mewujudkan  Islam sebagai agama yang memberi rahmat bagi semesta.
Ayo kita berjihad!
~