~MONUMEN HILANG
Sewaktu menghadiri wisuda adik di UIN/IAIN Jogja minggu lalu saya sempat berkeliling. Seperti saya posting beberapa waktu lalu, saya pernah lama di lingkungan ini, dengan segala suka-dukanya. 
~
Tapi kondisi sekarang sangat lain. Saya tidak lagi menemukan gedung-gedung yang dulu, termasuk masjid yang kami di pernah bersembunyi di tempat imam ketika dikejar-kejar aparat ketika demonstari besar reformasi 1998. 
~
Anak tangga masjid yang bersejarah, dimana dulu teman-teman sering berorasi atau menyanyikan lagu "Darah Juang" juga sudah lenyap. Gedung-gedung sekarang berganti menjadi gedung-gedung megah namun beku dan bisu. 
~
Ada sedikit rasa kehilangan dimana saya agak sulit ketika mau 'napak tilas' masa lalu. Meski kondisi fisik gedung jauh lebih bagus. Saya sadar, saat ini saya sedang tidak membutuhkan sesuatu yang bersifat material. 
~
Saya jadi berfikir, benar juga ya ketika banyak bangunan bersejarah tempo doeleo yang diruntuhkan dan dibangun bangunan yang meskipun lebih mewah tapi ruh-nya sudah menjadi lain. Pembangunan macam ini sekaligus seperti sedang menggusur sejarah. 
~
Sewaktu ada reuni SMA saya, ada seorang alumni, seorang mantan menteri (sekarang menjadi ketua MK) yang dengan bersemangat bercerita kenangan masa lalu dan menunjukkan tempat-tempat di sekolah dimana dulu pernah menjadi bagian hidupnya. 
~
Untungnya bangunan sekolah saya ini masih seperti dulu, ada beberapa gedung dibangun, namun bangunan inti masih tidak banyak berubah. 
~
Prihatin juga kalau membaca-baca banyak 'monumen' sejarah harus digusur untuk kepentingan bisnis dll. Bahkan konon ini terjadi juga di tanah suci, Makkah dan Madinah.
~
Sebagai personal ataupun komunitas, menurut saya, bagaimanapun kita ini ternyata memang membutuhkan sebuah pijakan dari masa lalu kita untuk menatap dan membangun masa depan.
~