~BERLATIH SABAR
Saya sudah langganan untuk mengisi bensin di POM bensin dekat Bandara Adisucipto Jogja, terutama kalo mau pulang kampung. Saya biasanya mengisi motor penuh supaya tidak berhenti lagi sampai rumah.
~
Suatu ketika saya merasa agak jengkel dengan pelayanan di situ. Ceritanya begini. Waktu mau ngisi bensin, kami harus antri. Ada dua lajur, saya pilih yang kiri karena kayaknya lebih sedikit yg antri. tapi ternyata lajur ini lambat sekali. 
~
Bahkan beberapa orang yang masuk setelah saya, yang mengantri di lajur kanan, sudah terlayani. Dan saya masih nunggu giliran Uhh..Jengkel juga.
~
Setelah dapat giliran, saya baru tahu penyebabnya. Ternyata petugas pengisi bensinnya sudah sepuh (baca: usia lanjut). Bapak ini sepertinya saking hati-hatinya sehingga lambat sekali. Baik dalam mengisi bensinnya dan apalagi kalau menghitung uang kembalian.
~
Setelah melihat bapak ini jengkel saya mendadak lenyap berganti iba dan empati. Bayangkan jika ia teledor menghitung kembalian, bisa dimaki orang (kalau kembalian kurang) atau nombok gantirugi (jika kelebihan). 
~
Saya membayangkan juga, dengan usia sepuh begini pasti sebentar lagi beliau akan dipensiun karena sudah tidak produktif lagi, padahal mungkin beliah masih memiliki tanggungan hidup.
~
Beberapa waktu setelah itu saya tak pernah menemui bapak itu di POM bensin tadi. Barangkali benar dugaan saya, bapak itu harus segera dipensiun.
~
Dari bapak itu serta kejadian itu, saya bisa belajar untuk lebih sabar. Terimakasih Pak! 
~