~TUAN RUMAH
Setiap saat, di setiap detik kehidupan kita, kita telah dan akan selalu mengalami dan melalui banyak hal dan peristiwa. Dari yang menyenangkan maupun menyusahkan. Dari hal yang kecil dan remeh-temeh sampai yang luar biasa. 
~
Kita mengalami banyak kegembiraan, kesedihan, kegetiran, kebahagiaan, kekecewaan, suka, duka, kebencian, jatuh cinta, patah hati, dan setumpuk peristiwa lain yang datang silih berganti.
~
Namun, semua itu, baik yang kita inginkan untuk menghampiri hidup kita ataupun yang sebenarnya pingin kita hindari, semua adalah batu ujian dan sarana kita belajar memaknai setiap langkah hidup kita. 
~
Dengan itu semua kita dapat menjadi lebih dewasa dan mengerti hakikat hidup dan kehidupan, mengerti hakikat manusia dan kemanusiaan.
~
Semua itu telah dirancang dengan sangat baik oleh sang Disainer yang telah menentukan jalan hidup kita. 'Tamu-tamu' itu telah diutus sedemikian rupa dari "seberang", untuk memandu kehidupan kita. Kita sebagai Tuan Rumah harus dapat menjamu tamu-tamu itu sebaik-baiknya.
~
Seperti dilukiskan Rummi di salah satu puisinya "Rumah Untuk Para Tamu"
#IManusia adalah sebuah rumah tamu. 
#ISetiap pagi ada kedatangan baru
~
#IKegembiraan, kegundahan, keburukan, kesadaran sesaat datang
#ISebagai pengunjung tak diundang
~
#ISambut dan jamulah mereka semua!!!
#IMeski mereka adalah kerumunan nestapa, yang dengan kejam merampas seisi rumah
~
#IDia mungkin sedang memberimu kegairahan baru
#IPikiran kelam, aib, dendam kesumat
#Itemui mereka di pintu dengan tawa dan undang mereka masuk
~
#Isyukurilah untuk siapapun yang datang,
#Ikarena setiap dari mereka itu telah dikirim
#Isebagai sebuah penuntun dari seberang.
(Matsnavi - Jalaluddin Rumi)
~